Meet the Travelers

Bersama barakuda di Wakatobi

1

Dari Teluk Maya sampai Pulau Ndaa, inilah pesona bawah air Wakatobi yang wajib dikunjungi.

Lima pemenang Wego Travel Photo Lucky Draw: Ini Indonesia! berangkat menuju kepulauan Wakatobi untuk menikmati hadiah liburan lima hari mereka di sana. Murni Amalia Ridha satu di antaranya. Simak catatan perjalanan perempuan yang akrab disapa Mumun ini di perairan yang sedang digilai penyelam itu.

Murni Amalia Ridha

Namanya Teluk Maya. Perairan tenang ini spot favorit Mumun dari total empat kali dia menyelam di Wakatobi. Dia dan rombongan pemenang Wego Travel Photo Lucky Draw menyelam saat pagi, pertengahan Mei 2012. ”Rangkaian karang di Teluk Maya mirip kebun bunga,” kata Mumun. Kebun bunga di bawah air itu tampah cerah, walau cuaca di permukaan agak mendung. Memang terdapat beberapa area beralaskan pasir putih di bawah air Teluk Maya, itu yang menjadi reflektor cahaya yang ampuh.

Masih di Teluk Maya juga, untuk pertama kalinya Mumun melihat rombongan ikan barakuda (baraccuda schooling). Mereka berenang membentuk formasi — mula-mula lurus, lalu memanjang, dan akhirnya membentuk kumparan di Teluk Maya. Wow!

Ikan di dalam laut

pemandangan bawah laut

Ikan scorpion

Sotong laut

Aktivitas: menyelam, snorkeling Atraksi: baraccuda schooling, pari totol biru, penyu hijau, gurita, sotong, ikan karang/Info: Diving Indonesia [tip direction="w" text="Teluk Maya"][/tip]

Kalau soal angka, ada 100 situs penyelaman kelas diamond di gugus pulau karang Wakatobi. Total spesies mencapai 750 dari total 850 spesies yang ada di muka bumi. Bandingkan dengan dua daerah serupa, yakni Laut Merah yang hanya memiliki 300 spesies dan Laut Karibia yang hanya punya 50 spesies. Nah, buat turis yang tidak mahir menyelam jangan kecil hati dulu. Mumun punya cara mensiasatinya: snorkeling dan berenang di sekitar pantai.

Spot snorkeling menarik di Teluk Maya berada tepat di tubir (drop off) yang padat karang. Di situ, dia bertemu dengan gurita. Spot lain yang juga ia rekomendasikan adalah Pulau Ndaa. “Saat sedang asyik berenang dari perahu ke pantai Pulau Ndaa, kita bertemu scorpion fish. Biasanya, orang harus nyelam dulu baru bisa ketemu ikan yang satu ini.”

Aktivitas: berenang, snorkeling/Atraksi: scorpion fish [tip direction="w" text="Pulau Ndaa"][/tip]

Cara menuju ke sana: Wakatobi — terutama Pulau Tomia — tergolong sulit diakses. Transportasinya tidak bisa dibilang nyaman. Itu sebabnya tidak banyak orang yang pernah ke tempat ini dan tidak banyak juga yang familiar dengan destinasi ini. Lewat laut, Pulau Tomia dapat ditempuh dari Pelabuhan Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara. Di sana ada kapal kayu yang beroperasi reguler ke Pulau Tomia. Durasi perjalanan sekitar 12 jam.

Rute yang lebih singkat caranya terbang dari Bau-Bau ke Pulau Wanci (sekitar 1 jam), setelah itu meneruskan perjalanan ke Pulau Tomia dengan speedboat selama 4 jam. Tarif kapal cepat yakni Rp100 ribu. Menurut Mumun, alternatif paling menghemat biaya perjalanan ialah dengan bepergian menggunakan kapal kayu. Kapal sehari-hari mengangkut warga Tomia, sehingga ini jadi kesempatan untuk mulai berbaur dan meningkatkan empati kepada orang-orang yang tinggal di kepulauan Wakatobi. “Pokoknya, menghabiskan 12 jam di kapal memang cukup memperkaya pengalaman.”

Penginapan: Mumun cukup kaget bisa mendapat kamar bersih dilengkapi pendingin ruangan di Pulau Tomia. Ia dan pemenang Wego Travel Photo Lucky Draw lainnya menginap di Abi Jaya. Penginapan ini punya enam kamar di bagian depan dan enam kamar di bagian belakang. Kapasitas kamar masing-masing dua orang. Kamar di bagian depan tidak dilengkapi AC, cocok untuk traveler yang ingin harga kamar yang lebih hemat. Sedangkan kamar di bagian belakang memiliki bangunan baru dan dilengkapi juga dengan kamar mandi dalam.

“Selama ini yang terkenal kan Wakatobi Dive Resort. Tapi harganya cukup mahal maka saya sempat menurunkan ekspektasi untuk urusan penginapan. Dalam bayangan saya, kami akan bermalam di rumah penduduk. Eh, ternyata keliru.”

Listrik: Hati-hati ya buat wisatawan yang membawa banyak peralatan elektronik. Sebab listrik di Pulau Tomia langganan byarpet! Listrik mati menurut giliran, tetapi kadang meski bukan gilirannya listrik bisa mati tiba-tiba. Kalau khawatir soal masalah listrik, sebaiknya rajin-rajin mencari informasi ke penduduk lokal untuk mengetahui waktu pemadaman berkala tersebut. Adapun Mumun tidak terlalu terganggu dengan pemadaman ini. Selama ia di sana cuma satu malam saja AC tidak menyala. Itupun subuh dan hawa Wakatobi di bulan Mei belum terlalu panas.

Kendaraan Pete Pete

gua di wakatobi

Transportasi keliling pulau: Rombongan Wego bepergian dengan pete-pete (istilah setempat untuk angkot). Sementara Mumun lebih suka keliling naik motor. “Lebih bisa kena angin dan lebih fleksibel kalau harus menghindari jalan berlubang. Beda dengan pete-pete, kan terpaksa penumpang pasrah kebanting-banting,” kata dia. Mumun sempat mencari informasi tentang harga ojek dan informasi yang ia dapat harganya sekitar Rp50-75 ribu. Walau Wakatobi lebih terkenal akan surga bawah lautnya, akan tetapi wisata di darat juga krusial untuk mencari pantai-pantai baru.

Murni Amalia Ridha di pantai

Ingin tahu lima hal yang menurut Mumun perlu dilakukan setiap turis yang berkunjung ke Wakatobi? Ini dia daftarnya …

1) Nyobain perjalanan laut 12 jam dengan kapal kayu dari Bau-Bau

2) Menyelam

3) Snorkeling

4) Mengamati burung, jadi jangan lupa bawa teropong

5) Menjelajah objek wisata di darat. Satu saat kita bisa berenang di kolam dalam gua, naik ke puncak tertinggi di daratan Tomia, dan bermain-main ke benteng. Semua ini lebih asik bila berbarengan dengan minat fotografi. Wah, pokoknya Wakatobi lives up to my expectation!

ABOUT THE AUTHOR

Editor / Entries 111
Mencintai sains, aurora borealis, Bandaneira, dan 3G.
Baca ini juga
Meet the Travelers
0

Agustinus Wibowo pengelana negeri tak terjamah

Agustinus Wibowo selama belasan tahun berkelana ke Tibet, Nepal, Afghanistan, Pakistan, dan negeri-negeri 'tak terjamah'...
Meet the Travelers
0

Dina “Dua Ransel” keliling dunia penuh waktu

Sudah hampir empat tahun Dina dan Ryan "Dua Ransel" keliling dunia dan hidup berpindah tempat tanpa punya rumah untuk 'p...
Scroll to top