Editor / Entries 197 v
Mengantongi banyak destinasi impian, terutama kedai kopi lokal dan pantai-pantai dari ujung barat sampai timur Indonesia. Sedikit berjiwa kucing, senang bermain air meski tak pandai berenang.

Festival Layang-layang Bali kembali meramaikan Sanur

Festival layang-layang bali

34th Bali Kite Festival kembali hadir. Tahun ini, festival tesebut berlangsung sejak tanggal 13 -15 Juli 2012 di Lapangan Padang Galak, Pantai Sanur.

Bagi sebagian besar masyarakat Bali sendiri, layang-layang sudah menjadi bagian dari budaya mereka sehari-hari. Hobi bermain layang-layang digemari berbagai kalangan; tua-muda, pria-wanita. Bahkan ada yang percaya bahwa permainan layang-layang memiliki makna religius yang dipersembahkan kepada Dewa Rare Anggon sang pelindung sawah petani dari serangan hama wereng dan burung.

Layang-layang beragam kategori ikut serta dalam 34th Bali Kite Festival ini, seperti layangan tradisional Bebean (berbentuk ikan), Janggan (berbentuk burung), Pecukan (berbentuk daun), dan kreasi baru. Ukurannya bervariasi, mulai dari 4 – 10 meter. Bahkan, sebuah layang-layang Janggan dapat memiliki bagian ekor sepanjang 200 meter!

Setiap tim yang berpartisipasi dapat berjumlah hingga 10 orang, tergantung dari ukuran layang-layang yang akan diterbangkan. Saat bertanding, seluruh anggota tim wajib memakai atribut busana tradisional Bali.


Kemeriahan Bali Kite Festival 2011 (Video: Baliwithkids.com)

Di sela-sela kemeriahan festival, ada kabar duka menyelinap. Seperti dikutip dari Balidiscovery.com (16/7), salah seorang penonton berusia 8 tahun terhantam layang-layang berukuran 8 x 5 meter. Made Ade Yudi Sastrawan, sang anak, langsung dilarikan ke Rumah Sakit Sanglah, Denpasar. Naas, nyawanya tak tertolong akibat cedera kepala yang dialaminya cukup serius. Saat kejadian, Made bersama sang ibu di antara penonton lainnya.

Gusti Putu Rai Andayana, sang ketua pelaksana Bali International Kite Festival menyampaikan simpatinya kepada keluarga korban, dan menyayangkan kecelakaan yang baru pertama kali terjadi sepanjang pelaksanaan festival ini. Ia mengatakan bahwa panitia menempatkan tim medis dari Palang Merah Indonesia untuk berjaga di sekitar lokasi, sebagai pertolongan pertamajika terjadi kecelakaan.

Mengingat festival diadakan di pesisir pantai dengan kondisi angin yang cukup kencang, dan tidak adanya pembatas antara partisipan festival dan penonton, diharapkan pihak penyelenggara dapat lebih meningkatkan faktor keamanan agar kejadian serupa tidak terulang.

.
Video: Baliwithkids.com

Baca ini juga
Scroll to top