Features
Kabaret akbar di atas Teluk Jailolo
Perpaduan koreografi, busana, dan desain panggung yang apik dalam Cabaret On The Sea menjadi atraksi pamungkas yang sekaligus menutup perhelatan Festival Teluk Jailolo 2012.
Di hari terakhir festival, para pengunjung terus disuguhi parade budaya yang tak hanya menarik disimak, namun juga sarat kearifan lokal.
.
Parade Gerobak Sapi
Waktu menunjukkan pukul 09:30 WIT ketika gerobak sapi pertama mulai terlihat di jalanan pusat kota. Puluhan gerobak sapi dari penjuru desa di Kabupaten Halmahera Barat berarak dari Sasadu Lamo dan berakhir di Terminal Jailolo. Totalnya ada sembilan kecamatan yang masing-masing menyumbang 1 – 5 gerobak sapi per desa yang berpartisipasi. Arak-arakan gerobak sapi ini melalui pusat kota, sehingga para warga dan wisatawan yang khusus datang dapat ikut menyaksikan dari tepi jalan. Total rute yang dilalui sekitar 2 kilometer.
Tiap-tiap desa memilih cara yang unik untuk menghias gerobak miliknya. Ada yang memenuhi dengan bendera berwarna-warni, janur kuning, atap rumbia, ataupun payung hias. Beberapa desa memilih untuk menghias gerobak sapi dengan ornamen tradisional, lengkap dengan musik dan penumpang (umumnya sepasang anak laki-laki dan perempuan) yang didandani dengan kostum tradisional. Jika dirasa masih kurang meriah, mereka menambahkan penari pengiring yang berada di depan.
Ada pula yang sekalian memanfaatkan gerobaknya untuk kampanye dengan memasang bendera-bendera partai politik. Satu hal yang menjadi kesamaan di antara mereka, yakni kesemuanya membawa hasil panen seperti pisang, kacang panjang, salak, jagung, dan pala. Jika ada yang berminat, pemilik gerobak menyilakan penonton untuk naik gerobak sapi miliknya.
Meski terbilang sukses, ada salah satu sapi partisipan sempat ngambek tidak mau jalan. Sang pemilik yang dibantu petugas keamanan, terpaksa membujuk sapi tersebut dengan usaha lebih, misalnya dengan mendorong atau menarik tali kekang. Untungnya sapi tersebut tidak sampai mengamuk.
Ada kejadian lucu saat parade berlangsung, yakni lebih dari dua ekor sapi partisipan yang tiba-tiba buang air besar saat sedang melenggang di tengah jalan. Kontan saja para penonton bersorak geli.
.
Cabaret On The Sea
Warga sudah menyemut di lapangan dekat Dermaga Jailolo sekitar pukul 15:00 WIT. Di tempat inilah atraksi akbar yang paling dinanti—Cabaret On The Sea—akan berlangsung. Sebelum itu, beberapa orang perwakilan dari pejabat daerah menyampaikan sambutannya.
Bupati Halmahera Barat, Namto H. Roba, menutup secara resmi Festival Teluk Jailolo 2012 dengan memberi beberapa catatan pada kata sambutannya. Ia bangga bahwa festival tahun ini memecahkan dua rekor MURI sekaligus.
Pertama, rekor pembuatan Saloi (wadah penampung kelapa) setinggi 10 meter dengan berat hampir mencapai 1 ton yang dibuat oleh Suku Tabaru, dan kedua, festival ikan bakar sepanjang 6 kilometer yang mengalahkan Surabaya dengan rekor 5,5 kilometer. Namto juga menambahkan bahwa ia bersama segenap warga menyambut siapa saja yang ingin datang ke Jailolo, namun ia tetap bertekad untuk melestarikan nilai-nilai budaya Jailolo.
Cabaret On The Sea baru dimulai sekitar pukul 16:00 WIT. Rombongan kabaret membuka atraksi secara dramatis. Mereka berbaris mengular dan menutup diri dengan dengan kain hitam. Alhasil, hanya bagian kaki saja yang terlihat. ‘Ular’ ini kemudian naik ke atas panggung yang telah dipersiapkan di atas teluk, yang kemudian memecah diri menjadi tiga di bagian tengah panggung. Secara perlahan kain hitam disingkap, dan terlihat lah kostum mereka yang berwarna-warni.
Kabaret laut yang berdurasi sekitar 60 menit ini berkisah tentang tanah Maluku yang kaya akan rempah. Tiga kelompok kabaret yang menyimbolkan pala, cengkeh, dan kelapa. Masing-masing kelompok memakai kostum sesuai dengan warna asli rempah-rempah tersebut. Misalnya, kelompok pala berkostum hitam-merah, kelompok cengkeh berkostum cokelat-merah muda, dan kelompok kelapa berkostum cokelat-hijau. Ada pula kelompok warga atau petani yang memakai baju tradisional Halmahera Barat, lengkap dengan saloi di punggung.
Masalah mulai muncul ketika para saudagar dari berbagai negara, terutama Arab dan Cina, mulai datang karena tergiur dengan pesona rempah-rempah yang menjanjikan. Hal ini tericum oleh bangsa Portugis yang tergiur untuk menjadi penguasa tunggal. Perang pun tak terelakkan. Banyak korban berjatuhan.
Kisah berakhir dengan rintihan ketiga rempah yang menyayangkan konflik yang terjadi antarmanusia. Mereka mengeluhkan hal ini kepada pemilik alam semesta—yang disimbolkan oleh dewa. Mereka bingung, sebab awalnya mereka diciptakan untuk kemaslahatan umat, namun mengapa manusia justru saling berebut untuk berkuasa.
Cabaret On The Sea kali ini membawa pesan bahwa sumber daya alam di muka bumi hadir bukan untuk dikuasai satu-dua pihak, melainkan dimanfaatkan bersama. Semua manusia dilahirkan setara, tak peduli asal atau jabatan. Sehingga jika ada pihak-pihak yang serakah dan ingin menjadi penguasa, maka ketidakseimbangan di atas bumi pasti akan terjadi.
Kabaret ditutup dengan nuansa kebersamaan yang kental. Semua orang berkumpul di tengah lapangan untuk menari bersama: anggota kabaret, warga, wisatawan, jurnalis, dan pejabat daerah, berbaur tanpa ada batas. Setelah dua hari kemarin puas menikmati Sigofi Ngolo, Festival Ikan Bakar, Lomba Seni dan Budaya Jailolo, Spice Trip, Sambutan Budaya Desa Akelamo, dan Horum Sasadu, di hari terakhir festival ini, semua bersorak dan berpesta; kompak merayakan kebersamaan dalam sebuah festival kebudayaan.
Sampai jumpa di Festival Teluk Jailolo tahun depan!
Komentar soal Festival Teluk Jailolo 2012 Festival Teluk Jailolo 2012 mantab! Nggak menyangka daerah di Halmahera yang sepertinya nggak diperhitungkan bisa mengorganisir acara yang berskala besar. Tema yang diusung tahun ini juga tepat, yaitu tentang spice, dan memang Indonesia dari dulu terkenal karena keragaman rempahnya. Acara jalan-jalan ke kebun rempah menyenangkan, jadi bisa lebih tahu tentang kekayaan bumi sendiri, apalagi nggak capek trip-nya karena naik mobil. Hehe.. Yang paling oke kabaretnya! Ceritanya jelas, tentang sejarah rempah-rempah. Masyarakatnya manis-manis dan pintar narinya! Ritual sebelum traveling Googling, browsing, tanya-tanya orang yang sudah pernah ke sana sebelumnya. Biasanya dapat info dari Lonely Planet soal kontak penginapan yang ada di daerah-daerah. Bikin itinerary dan print peta daerah yang akan di kunjungi. Destinasi liburan favorit Karena saya suka pantai, sejauh ini saya paling suka Derawan dan Karimun Jawa. Destinasi liburan impian Alaska Benda-benda yang wajib dibawa saat traveling Kain Bali dan minyak kayu putih.





