Features

Menyesap anggur Negeri Pasta di Wine & Cheese Expo

2

Expo anggur dan keju jakarta

Jika selama ini Anda telah merasakan wine terbaik dari Perancis, Wine & Cheese Expo di Jakarta Fashion & Food Festival 2012 memperkenalkan lima wine Italia pilihan.

Bertempat di Multi Purpose Hall, La Piazza, acara wine tasting yang khusus bagi para jurnalis diadakan pada Senin (21/5) lalu. Acara ini merupakan bagian dari Wine & Cheese Expo, Jakarta Fashion & Food Festival 2012. Dalam kesempatan ini, para jurnalis berkesempatan merasakan lima wine Italia terpilih; empat red wine (Campo Alla Sughera Arnione 2007, Valdisanti 2008, Le Macchiole Paleo 2004, Tenuta Di Trinoro 2009), dan satu sparkling wine (Moscato Spu Mante). Turut hadir empat orang perwakilan dari winery asal kelima wine tersebut.

Dari segi rasa, Le Macchiole Paleo 2004 memiliki rasa dan aroma yang paling kuat. Tak heran, sebab jenis anggur yang digunakan dalam membuat wine ini 100% Cabernet Franc, sementara keempat wine lain menggunakan campuran varietas anggur yang berbeda. Satu-satunya sparkling wine yang disajikan, Moscato Spu Mante, berpotensi memiliki penggemar yang paling banyak sebab rasanya tergolong ringan dan manis.

Berbicara soal wine, tak bisa lepas dari Perancis, negara yang dianggap sebagai ibu penghasil wine terbaik di dunia. Meski demikian, Gianlucca Putzolu, perwakilan dari winery Le Macchiole percaya bahwa wine Italia dapat diterima dengan baik oleh para pecinta wine, sebab dapat dengan mudah di-pairing dengan berbagai makanan.

Salah satu kota di Italia, Tuscany, memiliki tradisi kuliner yang unik dan terkenal sebagai penghasil wine terbaik di negara tersebut. Di kota itulah, menurut Gianlucca, lahir dan berkembang budaya menyesap wine, baik sebagai bagian dari ritual bersantap, hingga menjadi gaya hidup modern.

Lalu, apakah wine Italia dapat dipadukan (pairing) dengan kuliner khas Indonesia? Bambang Trimoyo, konsultan dan perwakilan wine Italia, menjelaskan bahwa banyak wine Italia yang cocok dipadukan dengan makanan Indonesia, bahkan yang tradisional sekalipun. Meski begitu, ia menambahkan, yang paling cocok dikonsumsi di Indonesia adalah wine yang tingkat keasamannya (acidity) tidak terlalu tinggi. “Moscato paling cocok dikonsumsi di Indonesia. Rasanya manis, sehingga mudah dikombinasikan dengan bakso, atau makanan  khas Indonesia lainnya.” ujarnya menambahkan.

Jika ingin mulai mengoleksi wine, Bambang memberikan tips dalam menyimpan wine. Indonesia adalah negara tropis, sementara kualitas wine sangat bergantung pada suhu. “Jika kita memiliki gudang, harus disterilkan dari benda-benda yang dapat merusak kualitas wine itu sendiri, seperti kardus, baju bekas, ban karet, cat, dan besi. Selain itu, kita juga harus menjaga temperatur ruangan agar tetap berada pada kisaran 8-10°C untuk white wine, dan 12-15°C untuk red wine. Sedangkan untuk mengonsumsi, kita harus tunggu agar temperatur naik menjadi 18-20°C.”

Kelima wine yang disajikan dibanderol dengan harga yang berkisar antara 100 – 150 USD, atau sekitar Rp 940,000 – Rp 1,450,000.

ABOUT THE AUTHOR

Writer / Entries 108
Mengantongi banyak destinasi impian, terutama kedai kopi lokal dan pantai-pantai dari ujung barat sampai timur Indonesia. Sedikit berjiwa kucing, senang bermain air meski tak pandai berenang.
Baca ini juga
A Place to Stay
0

Rumah Sleman, hotel butik dengan butler 24 jam

Hotel privat ini menawarkan suasana tentram yang biasa dihadirkan di tengah-tengah kediaman bangsawan Jawa. Rumah Sleman...
Features
0

Berburu wine premium sampai ke Auckland

Angkat gelas, saatnya memulai perburuan wine di gudang anggur Negeri Kiwi.  PAUS dan biri-biri. Hobbiton dan bungy jumpi...
Scroll to top