Chief Editor / Entries 146 v
Mantan traveler impulsif yang kini berencana melakukan perjalanan panjang bersama balita. Kerap menambah berat beban saat pulang dengan buku dan koran lokal.

Penyu, sunrise, dan sunset di Ujung Genteng

Pantai Ujung Genteng Sukabumi menjadi tempat sempurna untuk menikmati sunrise dan sunset sekaligus. 

Ingin menikmati suasana pantai yang berbeda? Coba saja berkunjung ke pantai yang berada di ujung Sukabumi. Pantai ini bernama Pantai Ujung Genteng.

Pesisir pantai ujung genteng

Pemandangan kawasan pesisir Pantai Ujung Genteng. Foto oleh Ulfah Yuliana

Selain bisa menikmati sunrise dan sunset yang indah, banyak aktivitas dapat dilakukan di Ujung Genteng. Antara lain berkunjung ke penangkaran penyu hijau, menikmati sensasi ombak di kawasan selancar Ombak Tujuh, snorkeling di Pantai Ujung Genteng, atau melipir ke Curug Cikaso.

Kawasan Pantai Ujung Genteng terletak di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Lebih tepatnya di sebelah selatan Kota Sukabumi, sekitar 70 km dari pusat kota. Rute Sukabumi – Ujung Genteng tak didukung jalanan mulus sehingga perjalanan makan waktu sekitar 3 jam.

Dihitung dari Jakarta, jarak tempuh menuju Pantai Ujung Genteng sekitar 230 km. Jarak ini bisa ditempuh dalam 6-7 jam jika menggunakan mobil pribadi atau 10 jam dengan motor.

Area pantai ujung genteng

Suasana sore di Pantai Ujung Genteng. Foto oleh Armand S.Ucen

Wisatawan yang menggunakan angkutan umum bisa mencapai tempat ini dengan naik bis antarkota jurusan Jakarta – Sukabumi. Bis tersebut ada di terminal-terminal besar  Jakarta seperti Lebak Bulus, Kampung Rambutan, Cawang, dan Grogol.

Biaya transportasinya cukup terjangkau, hanya Rp40.000 untuk rute Jakarta – Sukabumi. Sampai di terminal Sukabumi perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan angkutan umum jurusan Sukabumi-Surade, ongkosnya Rp25.000.

Tiba di Surade, para wisatawan akan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkutan umum desa menuju Ujung Genteng. Warga lokal biasa menyebut angkutan itu dengan nama “Unyil”. Ongkosnya hanya Rp15.000.

Untuk bermalam, wisatawan tidak perlu khawatir. Sudah cukup banyak penginapan kelas losmen, villa, atau bungalow. Kalau mau wisatawan juga bisa menyewa kamar di rumah penduduk. Tarif menginap bervariasi mulai dari Rp75.000 sampai Rp1.000.000. Ada baiknya pemesanan dilakukan jauh-jauh hari, maksimal dua minggu sebelum kedatangan, sebab jumlah kamar terbatas. Jika tidak ingin menginap di Ujung Genteng, wisatawan bisa menginap di  penginapan di daerah Sukabumi kemudian melakukan perjalanan seharian ke Ujung Genteng.

Waktu terbaik untuk berkunjung ke Ujung Genteng adalah di bulan Maret, Mei, dan Agustus. Sebab pada bulan-bulan tersebut wisatawan bisa melihat penyu hijau bertelur di Pantai Ujung Genteng dan menikmati perayaan Hari Nelayan yang juga diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Laut pada 5 Mei.

Empat wisata seru di Ujung Genteng

1. Wisata pantai

Di Pantai Cibuaya, Pengumbahan, muara Cipanarikan, wisatawan bisa menikmati wisata pantai seperti berenang, main pasir, voli pantai, snorkeling, berkemah, atau menonton sunrise dan sunset. Saat air laut surut, kita dapat berjalan ke antara batu karang dan memancing ikan hias yang  d di sela-sela karang.

Untuk snorkeling, wisatawan bisa menyewa peralatan berupa kacamata snorkel dan sepatu katak seharga Rp125.000 seharian. Jika ingin berkemah, wisatawan perlu membawa tenda sendiri. Sebab tenda yang disewakan kurang nyaman. Tak usah takut air laut pasang dan tenda tergenang air, sebab pasang di pesisir Ujung Genteng tidak terlalu tinggi dan tidak sampai ke bibir pantai.

Kemah pantai cibuaya

berkemah di Kawasan Pantai Ujung Genteng. Foto Oleh Anugrah Suradipurwo

panorama alam ujung genteng

Snorkeling di Ujung Genteng dan panorama pantai berkarang. Foto Oleh Fetriza Rinaldy (@fetrizaas)

2. Selancar

Kawasan Pantai Ujung Genteng memiliki ombak besar yang disukai oleh para peselancar. Lokasi ombak besar tersebut dijuluki dengan nama Ombak Tujuh, sebab gulungan ombaknya bisa sampai tujuh lapis.

Untuk berselancar di kawasan favorit peselancar mancanegara tersebut, wisatawan bisa menyewa peralatan di kawasan pantai. Tetapi papan selancar yang tersedia hanya kualitas standar untuk pemula. Tidak ada peralatan selancar profesional. Tarif sewa papan selancar standar Rp50.000 per hari.

Ombak pantai ujung genteng

Peselancar bermain ombak di kawasan Pantai Ujung Genteng. Foto oleh Kunto Antariksa

3. Mengamati penyu bertelur

Kawasan Pantai Ujung Genteng memiliki area penangkaran penyu hijau, tepatnya di Pantai Pengumbahan. Kalau waktunya tepat, di malam hari wisatawan bisa menyaksikan langsung penyu hijau bertelur di kawasan pantai. Musim bertelur penyu hijau antara bulan Agustus dan Maret.

Pelepasan tukik di sukabumi

Tukik-tukik berjalan menuju bibir pantai. Foto oleh Rio Rolis

Terdapat pos jaga tempat wisatawan melapor untuk masuk ke area penangkaran penyu. Harga tiketnya Rp5.000. Wisatawan bisa ikut melepas tukik (anak penyu) ke pantai, melihat telur penyu menetas, juga menonton penyu bertelur di malam hari.

tukik ujung genteng

Pelepasan tukik. Foto oleh Rio Rolis

4. Main air di Curug Cikaso

Ujung genteng tak cuma menawarkan wisata air asin, sebab wisatawan bisa juga bermain air tawar di area air terjun bernama Curug Cikaso. Untuk mencapai air terjun ini, wisatawan harus menumpang perahu motor dari Sungai Cikaso ke hulu.

Tarif sewa perahu motor berkapasitar 8-10 orang tersebut Rp80.000. Sedangkan tiket masuk ke kawasan wisata ini yaitu Rp5.000 per orang. Area Curug Cikaso buka mulai pukul 08.00-17.00.

Area Curug Cikaso yang dikelilingi hutan rindang memiliki tiga air terjun. Sepanjang musim kemarau, air curug akan kering sehingga wisatawan tidak bisa menikmati segarnya air terjun tersebut.

Curug cikaso sukabumi

Pemandangan Curug Cikaso. Foto oleh Anna Idat

Air terjun cikaso sukabumi

Curug Cikaso. Foto oleh Jeffrey Kosasih

Baca ini juga
Scroll to top