Editor / Entries 199 v
Mengantongi banyak destinasi impian, terutama kedai kopi lokal dan pantai-pantai dari ujung barat sampai timur Indonesia. Sedikit berjiwa kucing, senang bermain air meski tak pandai berenang.

Semarak karnaval-karnaval nusantara

Senang berburu kemeriahan festival, karnaval, atau parade? Kabari baiknya, banyak daerah di Indonesia yang rutin menyelenggarakan acara serupa setiap tahunnya. Berikut daftarnya.

Parade Ogoh-ogoh
Waktu penyelenggaraan: Maret (Satu hari sebelum Nyepi)

 

Parade ogoh-ogoh di Jakarta

Parade ogoh-ogoh menyembut Nyepi di Jakarta Maret 2013

Umat Hindu Bali memiliki tradisi sebelum pelaksanaan Hari Raya Nyepi. Setidaknya ada tiga ritual yang biasa dilakukan dan salah satunya adalah parade ogoh-ogoh.

Ogoh-ogoh merupakan boneka berukuran besar yang menjadi simbol roh jahat. Oleh sebab itu ogoh-ogoh umumnya berwujud raksasa berwajah seram. Di Bali sendiri parade ogoh-ogoh biasa dilaksanakan pada malam hari di beberapa daerah. Setiap banjar (desa) akan membuat ogoh-ogoh yang kemudian diarak keliling jalan. Sepanjang jalan yang dilewati parade akan ditutup hingga parade berakhir sekitar pukul 00:00 WITA. Usai parade, masyarakat harus kembali ke rumah atau penginapan masing-masing, dan ritual Nyepi pun dimulai.

Selain di Bali, parade ogoh-ogoh juga rutin digelar di Jakarta. Perwakilan pura dan komunitas pemuda Hindu di Jakarta membuat ogoh-ogoh untuk kemudian dilombakan. Sebelum diarak, seluruh peserta bersama ogoh-ogoh buatan mereka berkumpul di komplek Monas. Setelah pengumuman pemenang ogoh-ogoh terbaik, parade dimulai mengelilingi Jalan Medan Merdeka.

Tegal Batik Carnival
Waktu penyelenggaraan: April

 

Tegal Batik Carnival

Sejumlah peserta mengenakan kostum kreasi saat mengikuti Tegal Batik Carnival dengan tema “Go Green”, di Tegal, Jateng, Minggu (28/4). (FOTO: ANTARA/Oky Lukmansyah)

Tegal Batik Carnival diadakan setiap bulan April dalam rangka merayakan hari jadi Kota Tegal. Karnaval yang diadakan sejak tahun 2012 ini mengusung tema berbeda dalam setiap pelaksanaannya. Tema tahun ini adalah Go Green. Selain untuk merayakan hari jadi kota Tegal, karnaval batik ini juga mengemban misi khusus untuk memperkenalkan koleksi batik Tegalan dalam rupa rancangan busana. bati ktegalam

Motif batik Tegalan umumnya didominasi warna cokelat tua dan muda, namun dalam Tegal Batik Carnival, busana para peserta didesain sekreatif mungkin sehingga tampak semarak karena berpadu dengan ornamen tambahan yang berwarna cerah, serperti hiasan kepala dan selendang yang menjuntai.

Total peserta karnaval yang terlibat mencapai 400 orang. Mereka menempuh jarak 3 kilometer dari DPRD Tegal menuju alun-alun kota.

Festival Seribu Topeng
Waktu penyelenggaraan: 29 April (Hari Tari Dunia)

 

 Festival Seribu Topeng

FESTIVAL SERIBU TOPENG. Sejumlah peserta mengikuti parade pada Festival Seribu Topeng di Graha Cakrawala, Malang, Jawa Timur, Senin (29/4). Festival yang diikuti 1200 peserta tersebut diadakan untuk memperingati Hari Tari Sedunia. (FOTO: ANTARA/Ari Bowo Sucipto)

Dalam rangka merayakan Hari Tari Dunia yang diperingati setiap tanggal 29 April, warga Malang menyelenggarakan Festival Seribu Topeng. Sebanyak 44 grup yang berasal dari berbagai sekolah di kota Malang berpartisipasi memeriahkan festival ini. Diperkirakan total peserta yang terlibat mencapai 1200 orang.

Setiap grup berlomba menampilkan pertunjukan tari yang paling baik. Aspek penilaian yang menjadi pertimbangan juri cukup banyak, diantaranya meliputi keserasian gerak, harmonisasi, dan dinamika. Festival Seribu Topeng di Malang juga diadakan dalam rangka memperingati Hari Musik Nasional yang jatuh satu bulan sebelumnya, yakni pada 9 Maret.

1000 topeng merupakan simbol 1000 wajah atau 1000 karakter yang menjadi ciri keragaman masyarakat dan budaya di Indonesia. Festival ini juga menjadi bagian dari program Tri Bina Cita yakni menjadikan Malang sebagai kota pendidikan, pariwisata, dan industri.

Solo Menari 24 Jam
Waktu penyelenggaraan: 29 April (Hari Tari Dunia)

 

Hari Tari Dunia

Para penari menarikan tari Umbul Donga pada peringatan Hari Tari Dunia di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah, tahun lalu. (FOTO: ANTARA/Andika Betha)

Selain Malang, Solo juga merayakan Hari Tari Dunia dengan penuh kemeriahan. Diperkirakan sebanyak 3500 penari dari 129 kelompok terlibat dalam perayaan ini.

Kegiatan Solo Menari 24 Jam tahun ini berawal di Gedung Jurusan Tari Institut Seni Indonesia (ISI) Solo dimana Empu Tari ISI Solo, Wahyu Santoso Prabowo, akan menari selama 24 jam tanpa istirahat bersama para dosen tari. Bersama rekan-rekannya, Wahyu membawakan tari-tari dasar seperti Lantoyo, Pamungkas, Gunungsari, Dwi Asmoro, dan Keblat Papat Lima Pancer. Kegiatan kemudian berlanjut ke ke Gedung Rektorat dan Pendapa ISI Solo.

Mengusung tema Tradisi Menginspirasi Dunia, acara iin diharapkan mampu mendongkrak eksistensi seni tari, baik yang tradisional maupun modern, khususnya di kalangan generasi muda.

Selain di kompleks ISI Solo, kegiatan menari juga dilakukan di berbagai daerah di Solo, antara lain di Bandara Adisumarmo, Taman Sriwedari, dan Jalan Jenderal Sudirman.

Festival Teluk Jailolo
Waktu penyelenggaraan: 16-18 Mei 2013

 

Festival Teluk Jailolo

Kabaret di atas laut di Festival Teluk Jailolo 2012

Festival Teluk Jailolo sudah digelar untuk kelima kalinya. Tahun ini, festival yang memilih tema The Treasure of Spice Islands tersebut  menyuguhkan acara puncak berupa drama musikal yang dipertunjukkan dari panggung yang mengambang di laut. Drama musikal tersebut melibatkan ratusan masyarakat yang berkolaborasi dengan seniman-seniman terkenal, diantaranya Eko Supriyanto, Oleg Sanchabakhtiar, dan Dimas Leimena.

Festival Teluk Jailolo tak hanya menawarkan kemeriahan di atas panggung, wisatawan yang hadir juga bisa menyelami pesona alam Teluk Jailolo sebab selama festival berlangsung akan digelar kegiatan-kegiatan alam seperti fun diving, lomba renang, lomba dayung, lomba mancing, dan ekspedisi burung bidadari.

www.festivaltelukjailolo2013.com

Solo Batik Carnival
Waktu penyelenggaraan: 29 Juni 2013

 

Batik Solo Carnival

Contoh busana khas Batik Solo Carnival yang memadukan kreativitas, mahakarya adibusana, dan seni pertunjukan. (FOTO: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Mendapat julukan “Kota Batik”, sudah sewajarnya jika Solo memiliki perhelatan budaya yang mengangkat batik sebagai fokus pelaksanaannya. Di Solo sendiri batik lebih dari sekadar kain, namun memiliki peran penting dalam ritual sosial dan budaya.

Solo Batik Carnival melibatkan masyarakat lintas etnis, usia, dan profesi. Mengusung semangat pelestarian budaya, mereka berkolaborasi menyuguhkan pertunjukan adibusana yang semarak di sepanjang jalan Slamet Riyadi, Solo. Jumlah peserta karnaval yang terlibat bisa mencapat 600 orang.

Tahun ini Solo Batik Carnival memasuki usia penyelenggaraan yang ke-6. Tema besar yang diusung masih seputar wayang, tidak jauh berbeda dengan perhelatan pada tahun-tahun sebelumnya.

Jember Fashion Carnaval
Waktu penyelenggaraan: 23-15 Agustus 2013

 

Jember Fashion Carnaval

Jember Fashion Carnaval 2012.

Jember Fashion Carnaval awalnya hanya pekan mode sederhana yang diadakan di alun-alun kota. Desainer sekaligus pendidik di bidang fashion, Dynand Fariz, membawa napas segar bagi perhelatan ini. Ia mengubah pekan mode yang awalnya biasa menjadi karnaval terbesar ke empat setalah Mardi Grass di New Orleans di Amerika Serikat, Rio De Jeneiro Carnaval di Brazil, dan Fastnatch Koln di Jerman.

Jember Fashion Carnaval tahun ini mengangkat tema ArTechsion yang akan dibagi menjadi sepuluh sub-tema yaitu Tribe, Tibet, Betawi, Octopus, Bamboo, Art Deco, Canvas, Beetle, Spider, dan Venice.  Sementara konsep yang diusung yakni Education, Entertaiment, Exhibition, dan Economy Benefit. Lebih dari 650 peserta karnaval partisipan karnaval yang mengenakan busana spektakuler akan berlenggak-lenggok di jalan raya kota Jember mulai dari Central Park sampai Sports Hall Jember yang disulap menjadi catwalk sepanjang 3,6 Km.

www.jemberfashioncarnaval.com

Baca ini juga
Scroll to top