Editor / Entries 198 v
Mengantongi banyak destinasi impian, terutama kedai kopi lokal dan pantai-pantai dari ujung barat sampai timur Indonesia. Sedikit berjiwa kucing, senang bermain air meski tak pandai berenang.

Wisata kopi nusantara ala Toni Wahid

Bagi sebagian orang, kopi hanya diminum sebagai ritual memulai hari. Bagi sebagian yang lain, minuman yang kerap dijuluki setan hitam tersebut memiliki filosofinya sendiri.

Coffee quotes
Foto: Toni Wahid/Cikopi

.
Saat melakukan perjalanan dinas ke Toronto, Kanada, sekitar tahun 2000, Toni Wahid menyempatkan diri untuk mengunjungi salah satu kedai kopi lokal di sana. Ia memesan secangkir kopi kesukaannya; pekat tanpa gula. Di tengah cuaca dingin menggigit, ia menyeruput kopi tersebut penuh kenikmatan. Kafein yang masuk ke dalam tubuh, perlahan menciptakan sensasi yang tak ia duga dan harapkan sebelumnya; sufistik dan ecstatic. Belakangan ia tahu bahwa kopi yang ia pesan ternyata kopi Aceh Gayo.

Begitu pulang ke tanah air, alih-alih ingin mengulang pengalaman minum kopi seperti yang ia rasakan saat berada di Toronto, ia mendulang kekecewaan. Meskipun telah memesan jenis kopi yang sama, Toni tak merasakan sensasi serupa. Ia bingung mengapa jenis kopi yang sama tak bisa menciptakan sensasi minum kopi yang sama pula. Belakangan ia tahu bahwa rasa kopi sangat dipengaruhi oleh dan cara menyimpan, mengolah, dan menyajikannya. Ada kopi yang masuk ke dalam kategori specialty, atau kualitas unggul, yang harganya lebih mahal.

Berangkat dari rasa penasaran, ia mulai mencari informasi dan mendalami soal kopi. Itulah cikal bakal lahirnya blog Cikopi yang kini tersohor di kalangan para penikmat kopi. Kata “cikopi” dalam bahasa Sunda berarti “air kopi”. Toni yang tumbuh di Bandung, dapat menahan diri untuk tak bergenit-genit ria dalam memilih nama yang tepat untuk blog-nya tersebut.

Toni Wahid bersama para pemilik kedai kopi
Toni Wahid bersama para pemilik kedai kopi di berbagai daerah di Indonesia (kiri-kanan: Djohan – Repvblik Kopi Medan, Rahadika WN – Coffee Combi Bandung, dan Apek – Warung Kopi Apek Medan)  (Foto: Toni Wahid/ Cikopi)

.
Blog Cikopi pertama tayang tahun 2008 dan masih menumpang di blog hosting gratis WordPress. Kini blognya bisa diakses di www.cikopi.com. Bahasan di blog Cikopi cenderung beragam. Toni membaginya ke dalam empat kategori besar: ulasan kopi dan tempat ngopi, mesin kopi, berita/profil, dan tips.

Ditemui di sebuah gerai kopi franchise Amerika di daerah Tebet, Toni secara terbuka menceritakan soal blog yang ia tetas dengan niat tak sengaja. Awalnya, Toni hanya ingin berbagi cerita seputar kopi. “Saya bukan ahli ataupun perasa (cupper) kopi. Saya cuma ingin berbagi pengalaman sebagai penikmat kopi.” jelas ayah beranak satu ini. Ia menghindari penggunaan istilah-istilah teknis agar mudah dipahami oleh pembaca, bahkan yang bukan pecinta kopi sekalipun.

Kopi Cak Wang
Salah satu kopi yang disajikan di Kopi Cak Wang (Foto: Toni Wahid/Cikopi)

.
Keahliannya memotret juga terlihat di blognya. Foto-foto apik yang tak jarang menggugah selera turut dipasang sebagai pendukung tulisan. “Kamu jadi kepingin ngopi nggak setelah lihat foto-foto di blog saya?” tanyanya kepada saya malam itu. Saya menjawab dengan anggukan. “Nah, respon seperti itu sebenarnya sudah cukup bagi saya.” katanya sambil terkekeh.

Ia tak menyangka blognya akan menggaet banyak pembaca, yang kini membentuk komunitas. Beberapa distributor kopi dan mesin kopi pun tak segan-segan untuk beriklan di blognya.

Ziarah kopi
Toni, yang sehari-harinya bekerja di perusahaan grup fashion ternama ini juga kerap menjajal kopi lokal saat ia berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia. Dari semua jenis kopi lokal yang ada, kesukaannya adalah kopi Aceh Gayo, Kopi Papua, dan Kopi arabika Bondowoso.

Untuk yang terakhir, ia pernah menyesapnya bersama petaninya langsung di kebun kopi. Menikmati kopi di atas ketinggian 1.600 meter dari permukaan laut menjadi salah satu pengalaman ngopi yang cukup berkesan baginya. Penasaran dengan rasa kopi Bondowoso, saya pun yang tergugah untuk bertanya. “Rasanya cukup mild, dan sedikit rasa rempah-rempah. Agak manis, meskipun tidak ditambahkan gula.”

Warung Kopi Waris
Warung Kopi Waris (Foto: Toni Wahid/Cikopi)

.
Pengalaman ngopi lain yang juga berkesan baginya adalah saat berkunjung ke Tulungagung, Jawa Timur. Namanya Warung Kopi Waris, yang berjarak tempuh sekitar 4 jam dari Surabaya. Tempatnya sederhana, hanya berdindingkan bambu. Meski begitu, tempat ini cukup populer di kalangan para penikmat kopi di kota Tulungagung.

Di warung seluas kurang lebih 400 meter persegi ini, para pengunjung yang rata-rata berusia 20-an tahun menikmati kopi tubruk seharga Rp 3.000 per cangkir.  Tak kurang dari 25 kilogram atau sekitar 5.000 cangkir kopi terjual setiap harinya.

Ada satu kebiasaan para pengunjung yang menarik perhatian Toni. Mereka ‘melukis’ batik pada batang rokok menggunakan ampas kopi sebagai yang tersisa di tatakan cangkir sebagai tinta. Aktifitas membatik ini disebut dengan nyethe. 

Ritual nyethe di Warung Kopi Waris
Ritual nyethe di Warung Kopi Waris (Foto: Toni Wahid/Cikopi)

.
Tulungagung merupakan salah satu kota yang ada dalam daftar ziarah kopi yang dilakukan Toni dan rekan-rekan pecinta kopi lainnya. Hari itu, mereka berhasil menyambangi Blitar, Tulungagung, Kediri, dan Malang dalam semalam.

Toni menerjemahkan aktifitas minum kopi sebagai sebuah pengalaman personal, yang terkadang melampaui pengalaman keimanan. Kopi dapat memberikan perasaan rileks, dan bahkan, dapat mengubah mood seseorang menjadi lebih baik. Oleh karena itu ia tak mempersoalkan kegemaran orang-orang menyeruput kopi instan. Toni bercerita ia pun pernah minum kopi sachet bersama teman-temannya. Dan pada akhirnya, yang membuat itu menjadi nikmat adalah suasana kebersamaannya.

Roti srikaya dan kopi di Kopi Apek

Roti srikaya dan kopi di Kopi Apek, Medan (Foto: Toni Wahid/Cikopi)

Selain kopi, camilan kerap disajikan saat sedang berkumpul bersama teman-teman. Toni memiliki beberapa rekomendasi camilan yang cocok disantap bersama kopi.

“Di Indonesia yang paling terkenal adalah kopi tubruk yang rasanya pahit, maka yang paling pas ya pisang goreng. Kalau ‘selingkuhannya’, roti srikaya masih cukup populer.” Ia juga menjelaskan bahwa di beberapa daerah  di Jawa, masih banyak yang minum kopi sambil makan irisan gula aren.

Ketika disinggung soal meningkatnya aktifitas ngopi di gerai-gerai kopi internasional, Toni menyambut baik hal itu. Ia bahkan santai menanggapi komentar orang-orang yang menganggap fenomena ngafe sebagai tren semata, bukan karena para pelaku benar-benar menikmati  kopi. Ia justru bersyukur gerai kopi internasional hadir di Indonesia, sebab turut membantu promosi kopi-kopi lokal di pasar internasional, seperti kopi luwak yang telah lebih dulu mendunia.

Meski telah berkeliling ke berbagai tempat untuk mencicipi kopi, jawabannya tetap sama ketika ditanya soal kopi yang paling enak,”Tidak ada kopi yang tidak enak. Yang ada, yang disukai masing-masing orang.”

Soal kopi terbaik, Toni Wahid punya pendapatnya sendiri: “The best coffee is the coffee that you like.

.

Jika ingin merasakan pengalaman ziarah kopi ala Toni Wahid, Anda bisa mencoba mengunjungi kedai-kedai kopi yang tersebar di berbagai kota di Indonesia berikut:

Medan
Warung Kopi Apek: Jl. Hindu no.3
Repvblik Kopi: Jl. Setiabudi 84 A-B

Jakarta
Caswell’s Coffee: Jl. Kemang Timur Raya 25A
Anomali Coffee: Setiabudi Building One, lantai 1, Jl. HR Rasuna Said Kav 62
Bakoel Koffie: Jl. Cikini Raya no. 25
Kopitiam Oey: Jl. Sabang
Blumchen: Jl. Fatmawati 1,
Kopi Es Tak Kie: Gang Gloria, Jl. Pancoran
Kedai Kopi & Bakpao Kwang Koan: Jl. Kopyor Raya Blok Q1 no.1, Kelapa Gading

Bandung
Kopi Aroma: Jl. Banceuy 55
Reading Lights: Jl. RE Martadinata 55
Der Kaffee Kombinationskrafwagen Coffee Combi: Jl. Ganeca

Yogyakarta
Blandongan: Jl. Sorowajan Baru

Jawa Timur
Rollas Coffee & Tea: Plaza tunjungan, Lowe Ground, Jl. Basuki Rachmat 8-12, Surabaya
Warung Kopi Waris: Jl. Bolorejo, Tulungagung
Java Dancer Coffee: Jl. Kahuripan no.12, Malang
Cak Wang:  Jl. Kalimantan no. 37, Jember

Bali
Warung Kopi Tutmak: Jl. Dewi Sita, Ubud

Pengalaman Toni Wahid menyeruput kopi di berbagai daerah di Indonesia dapat dibaca di blognya yang beralamat di www.cikopi.com. Ia juga kerap mengulas mesin-mesin kopi berbagai merk dan tipe, serta memberikan tips seputar  cara mempersiapkan kopi sebelum dinikmati.

Baca ini juga
Scroll to top