Jalan-jalan selagi single? Gampang. Jalan-jalan sama pacar atau suami? Kecil. Jalan-jalan sama anak? Wah, ribet! Jalan-jalan sama anak memang punya tantangan tersendiri. Orang tua yang hobi jalan-jalan, pasti “gatel” pengin bawa anak-anaknya traveling. Tapi masalah destinasi, biaya, cuaca, dan makanan di tempat tujuan kadang jadi penghalang.

Untuk membahas hal-hal tersebut, Wego mengadakan #WegoWithKids. Acara ini adalah #WegoHangout versi keluarga yang khusus membahas seputar tantangan traveling dengan anak-anak.

#WegoWithKids diadakan Sabtu (1/8) di Comma Indonesia. Acara ini mengundang teman-teman pejalan Wego yang ingin jalan-jalan bersama anak. Karena temanya seputar anak-anak, para peserta diperbolehkan membawa anak-anak. Tidak perlu cemas anak rewel, karena selama acara, ada kids corner dari Marvellous Little Maestro.

#WegoWithKids

Anak-anak menggambar dan mewarnai pop-up card, dibimbing oleh kakak-kakak dari Marvellous Little Maestro.

“Mintalah anak menggambar pemandangan di sebuah destinasi. Jangan lupa simpan dan jadikan portofolio si kecil,” saran Liesna Shaw, pendiri Marvellous Little Maestro, sambil menampilkan pigura berisi gambar destinasi perjalanan semasa kecil miliknya. Ia juga memberikan tip untuk mengasah kreativitas anak selama liburan dengan menjadikan destinasi sebagai inspirasi menggambar.

Pembicara #WegoWithKids adalah para pejalan yang sudah membawa anak-anaknya traveling ke berbagai tempat. Tesya (@tesyasblog), contohnya. Sydney, Langkawi, Singapura, Penang, dan New Zealand menjadi destinasi pilihannya berlibur bersama keluarga. Penulis buku Family Backpacking Singapura & Malaysia ini juga berbagi tip seputar jalan-jalan hemat ke luar negeri bersama anak.

Meskipun traveling ke luar negeri butuh banyak ongkos, tapi negara luar banyak menawarkan atraksi gratis untuk liburan bersama si kecil. Sydney, Australia, adalah satu tempat yang menjadi rekomendasi Tesya karena memiliki banyak taman bermain yang menarik dan taman bersih untuk piknik. “Kalau di New Zealand, enaknya adalah kita bisa parkir dan menikmati pemandangan yang bagus-bagus,” katanya menceritakan pengalaman road trip bersama keluarga. Satu hal yang ditekankan oleh Tesya adalah kesesuaian destinasi dengan anak-anak. “Walaupun landmark-nya bagus, kalau terlalu melelahkan untuk anak, sebaiknya tidak didatangi,” sarannya.

Pembicara kedua, Sukma Dede (@sukmadede), juga berbagi seputar jalan-jalan bersama anak ke alam terbuka. Ayah dua anak ini memang terkenal tidak segan membawa anaknya yang masih kecil naik gunung. Sukma Dede berpendapat bahwa anak-anak akan lebih “kaya” dan lebih menghargai jika melihat langsung suatu pemandangan dan cara hidup orang lain,” jelas Sukma Dede.

“Capek? Pasti capek. Kesal? Past kesal. Istirahat saja, jangan dipaksain. Nanti setelah istirahat, orang tua bisa jelasin lagi kalau harus lanjut. Wajar kalau anak rewel, tapi mengembalikan mood anak lebih mudah dibanding orang dewasa,” jelasnya. Kesal dan capek adalah bagian dari semua jenis perjalanan, sehingga tidak perlu takut untuk membawa anak ke destinasi apapun. “Ketika lelah di perjalanan, bangun keceriaan dengan anak. Bisa dengan membawa mainan atau ngobrol dan bercanda,” lanjutnya.

Swastika (@sabaiX), pembicara selanjutnya, adalah ibu yang berprofesi sebagai penulis skenario film. Di sela kesibukannya, wanita yang akrab dipanggil Tika ini, tak jarang mengajak anaknya bepergian, bahkan sampai ke India dan Papua. Belajar adaptasi sejak dini membuat anak Tika terbiasa jalan-jalan ke banyak tempat dan tidak pilih-pilih makanan.

Pembicara pada acara jalan-jalan bersama anak-anak

Tiga pembicara dan Community Manager Wego (merangkap MC #WegoWithKids). Kiri ke kanan: Tika (@SabaiX), Sukma Dede (@sukmadede), Tesya (@tesyasblog), dan Mumun (@munindohoy).

Menurut Swastika, adaptasi adalah salah satu kunci perjalanan yang menyenangkan. “Untuk mengisi waktu di perjalanan, kasih kamera digital ke anak juga seru. Hasil foto bisa dibahas bersama,” sarannya untuk mengatasi kebosanan anak selama perjalanan. Melihat langsung laut dan alam juga menjadi contoh nyata yang akan diingat terus oleh anak, seperti melihat sampah ke laut membuat anak mengingat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

“Anak memang tidak mengingat detail perjalanan, tapi ada kesan yang akan ia ingat seumur hidup,” jelas ibu dua orang anak tersebut. Hingga kini, jika ada kesempatan, Swastika pasti membawa anak-anaknya jalan-jalan, bahkan ke lokasi pembuatan film.

Penanya pada acara #WegoWithKids

Penanya pada acara #WegoWithKids

 

Usai sesi tanya jawab, ada sharing seputar asuransi perjalanan dari Howden Indonesia. Selain itu, #WegoWithKids juga kedatangan tamu dari Kidzania Jakarta yang ikutan ngobrol bareng peserta tentang hiburan anak yang seru dan edukatif.

Acara ditutup dengan pembagian hadiah berupa voucher KidZania, bingkisan dari Howden Indonesia, buku Family Backpacking Singapura & Malaysia  karya Tesya, serta produk Eiger dari Sukma Dede.

Peserta dan pembicara di #WegoWithKids

Peserta dan pembicara di #WegoWithKids

 

Kelewatan acara #WegoWithKids? Cari tagar #WegoWithKids di media sosial untuk mendapatkan informasi dan tip seputar jalan-jalan bersama anak.

Comments